Author Archives: Iz_Ma

About Iz_Ma

Saya adalah generasi muslim Saya ingin ditangan kami islam lebih jaya dan hebat

Ketika Hanya Persinggahan

 

Kemarin ketika sedang berjalan menuju rumah seorang sahabat, mobil yang saya kendarai tiba tiba harus berhenti sejenak, terhenti oleh keranda yang membawa jenazah keluar dari gang menuju jalan raya dan mengharuskan semua kendaraan berhenti, sekedar memberi penghormatan terakhir dan ALLAH memang sedang menunjukan kepada semua pengendara bahwa suatu hari kita yang saat ini berada didalam kendaraan mewah ber-AC akan berada di keranda bertutupkan kain hijau bertuliskan “Innalillahi wa inna illaihi rajiun“, iya keranda yang menuju pemakaman itu suatu hari akan kita kendarai, siap tidak siap, suka tidak suka kematian pasti datang, artinya lagi memang di bumi ini kita hanya singgah, yang namanya singgah pasti tak lama, kalau kelamaan diusir sama yang punya tempat  :)

Kemudian saya diam sejenak, menikmati keranda yang lewat didepan mobil sambil berpikir, jika saya hanya singgah didunia ini, kenapa saya dan banyak sekali manusia yang terpedaya indahnya, tercengang, terlena dengan segala kenikmatan sementara yang disajikan ditempat persinggahan ini, padahal ALLAH memberi menempatkan saya ditempat singgah ini plus diberikan bekal rejeki selama singgah pasti tujuannya agar saya siap melanjutkan perjalanan ke rumah yang sesungguhnya bukan malah bengong, kesasar dan menikmati persingaahan ini, betah lagi alias gak mau pulang

Ah, how STUPID we are jika terpesona dengan sesuatu yang pasti kita tinggalkan…

Kembali saya merenung (bengong kali tepatnya ya De? he eh) :)   jika hidup ini adalah persinggahan sejenak saja maka  semestinya saya harus jadi tamu yang baik, tamu yang nurut apa kata siempunya rumah dan tamu yang tahu diri untuk bersiap siap beranjak pulang, gak betah ditempat singgah, terbayang bayang rumah yang sesungguhnya, seperti janji ALLAH bahwa di ujung perjalanan nanti ALLAH menyiapkan sebuah rumah yang sangat indah, yang dibawahnya mengalir air sungai, yang tamannya penuh dengan buah dan bunga bunga indah, yang teman saya nanti adalah lelaki tampan yang ketampanannya seribu kali diatas level tampan Nicholas Saputra, :)

Ah membayangkan saja saya sudah terkagum kagum indahnya hidup di rumah terakhir yang dijanjikan ALLAH  jika saya baik baik selama singgah, rumah terakhir bagi hamba hamba yang dicintai dan mencintai ALLAH tentunya, dan untuk sampai ketempat seindah ini tentu syaratnya tak mudah… beli apartment di Jakarta yang tanpa tanah saja syaratnya berderet apalagi rumah seindah rumah ALLAH, begitu bukan? :)

Jadi tempat persinggahan ini sesungguhnya gak ada apa apanya dibanding tempat yang dijanjikan ALLAH, namun saya  justru terpana dengan persinggahan sementara ini, dan lalu menganggap penampungan sementara ini abadi, dan sangat indah, melihat gubuk saya sangka istana bersama si dia yang saya cintai, padahal ini maksiat namanya berduaan dengan yang bukan mahrom saya, melihat kolam kecil saya sangka danau bahkan melihat kue serabi saya sangka martabak spesial, intinya terpana, terpesona, terlena kalau kata Ike Nurjanah :) hehehe…  saya menjadi kabur dan tertipu oleh karena keterpanaan yang menerpa :)

Sekarang dengan kesadaran penuh bahwa dunia ini hanya tempat persinggahan, saya TIDAK boleh terpesona, terlena apalagi tersesat dan tidak tahu jalan pulang, PARAH … sebagai tempat persinggahan yang segera akan saya tinggalkan, maka suka tidak suka saya harus menyiapkan bekal pulang, agar selamat sampai ditempat tujuan, karena yang ini sementara dan yang sana kekal, lebih baik gak terlalu nikmat disini tapi nikmat disana !!

Yuk, perbanyak bekal pulang, percaya deh disini tak seindah disana, rumah kita sendiri …

Iklan
Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Berbakti Pada Orang Tua

Ayah dan ibu adalah dua orang yang sangat berjasa kepada kita. Lewat keduanyalah kita terlahir di dunia ini. Keduanya menjadi sebab seorang anak bisa mencapai Surga. Doa mereka ampuh. Kutukannya juga manjur. Namun betapa banyak sekarang ini kita jumpai anak-anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya. Panti jompo menjamur di mana-mana, ini menunjukkan tidak mengertinya sang anak akan ‘harga’ kedua orang tua. Mereka titipkan kedua orang tuanya di sana dalam keadaan sengsara dan kesepian melewati masa-masa tuanya, sementara mereka bersenang-senang di rumah mewah. Kejadian seperti ini juga akibat kesalahan orang tua yang tidak memberikan pendidikan agama kepada anaknya. Nash yang berbicara tentang perintah dan anjuran berbuat baik kepada kedua orang tua :

Dari Al Quranul Karim

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Beribadahlah kalian kepada Allah dan janganlah mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua … .” (An Nisa : 36)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat di atas : “Kemudian (setelah menyuruh bertauhid, pent.) Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi wasiat untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. Karena Allah menjadikan mereka berdua sebagai sebab keluarnya engkau dari tidak ada menjadi ada. Dan banyak sekali Allah menggandengkan perintah beribadah kepada-Nya dengan berbuat baik kepada kedua orang tua.”
Katakanlah : “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kalian oleh Rabb kalian, yaitu janganlah mempersekutukan sesuatu dengan Dia dan berbuat baiklah terhadap kedua orang tua.” (Al Anam : 151)

Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kalian jangan beribadah kecuali kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau keduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu maka sekali-kali janganlah mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya ucapan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah : “Wahai Rabbku, kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (Al Isra : 23-24)
“Dan Kami wajibkan manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kalian kembali lalu Aku khabarkan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan.” (Al Ankabut : 8)

Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya di waktu ia memberi pelajaran kepadanya : “Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan-Nya itu adalah kedhaliman yang besar.” Dan Kami perintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tua, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku-lah kalian kembali maka Ku-beritahukan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan. (Luqman : 13-15)
Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia dewasa dan umurnya telah sampai empat puluh tahun, ia berdoa : “Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan supaya aku dapat berbuat amal shalih yang Engkau ridlai, berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diri.” Mereka inilah orang-orang yang Kami terima dari mereka amalan yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka bersama penghuni-penghuni Surga sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka. (Al Ahqaf : 15-16)

Ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang agung di atas memberikan pelajaran kepada kita betapa besarnya kedudukan kedua orang tua. Kita wajib mematuhi keduanya selama keduanya menyuruh kepada kebaikan dan ketaatan kepada Allah

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

My Bloger!!!

Segala puji bagi Allah ta’ala yang telah memberikan nikmat iman,nikmat kesehatan,serta nikmat kehidupan.

 

ini adalah bloger pertamaku harapan saya melalui bloger ini saya dapat mengetahui lebih banyak tentang blog dan juga saya berharap bloger pertama saya ini dapat bermanfaat bagi saya,bangsa,dan negara.

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.